0
Dikirim pada 13 Juli 2009 di Aqidah


 

Oleh
Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan


Dan diantara prinsip-prinsip aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah bahwasanya mereka tidak mengkafirkan seorangpun dari kaum muslimin kecuali apabila dia melakukan perbuatan yang membatalkan keislamannya. Adapun perbuatan dosa besar selain syirik dan tidak ada dalil yang menghukumi pelakunya sebagai kafir. Misalnya meninggalkan shalat karena malas, maka pelaku (dosa besar tersebut) tidak dihukumi kafir akan tetapi dihukumi fasiq dan imannya tidak sempurna. Apabila dia mati sedang dia belum bertaubat maka dia berada dalam kehendak Allah. Jika Dia berkehendak Dia akan mengampuninya, namun si pelaku tidak kekal di neraka, telah berfirman Allah Subhanahu wa Taala.

"Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa-dosa selainnya bagi siapa yang dikehendakinya ..." [An-Nisaa : 48]

Dan madzhab Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam masalah ini berada di tengah-tengah antara Khawarij yang mengkafirkan orang-orang yang melakukan dosa besar walau bukan termasuk syirik dan Murjiah yang mengatakan si pelaku dosa besar sebagai mumin sempurna imannya, dan mereka mengatakan pula tidak berarti suatu dosa/mashiyat dengan adanya iman sebagaimana tak berartinya suatu perbuatan taat dengan adanya kekafiran.


[Disalin dari buku Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah oleh Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, terbitan Dar Al-Gasem-Riyadh, penerjemah Abu Aasia]





Dikirim pada 13 Juli 2009 di Aqidah
comments powered by Disqus


connect with ABATASA